Buka Semua | Tutup Semua

Jumat, 09 Juli 2010

JEMBATAN

Yeah kita cari definisi jembatan dulu yuk, tapi dari pada susah-susah cari referensi kita pintasin aja ya, namanya jembatan tuh alat bantu tuk nyeberangin celah dari satu daratan ke daratan yang lain, nah kan sederhana, mau tahu contoh sederhananya di celah yang kecil, cari batang pohon pisang dilintangkan diatas celah jadi deh jembatannya, sukses kita buat jembatan. Mo yang terbaru dan terbesar di Indonesia, ya jembatan Suramadu melewati selat Madura menghubungkan kota Surabaya dengan pulau Madura. Beres kan..............

Yuk serius dikit........ cocoknya jembatan apa tuk masyarakat perdesaan yang masyarakatnya sendiri mampu merencanakan, mengerjakan, mengawasai dan mudah perawatannya



Jenis Jembatan
Banyak jenis jembatan, tapi yang cocok untuk masyarakat perdesaan yang mudah dikerjakan dan sesuai fungsinya adalah : 
  1. Jembatan gantung
  2. Jembatan beton (gelagar beton, lantai beton)
  3. Jembatan gelagar besi lantai kayu
  4. Jambatan gelagar kayu lantai kayu
  5. Jembatan pelengkung
Jembatan beton (gelagar beton, lantai beton)

    Jembatan gelagar besi lantai kayu  


    Jambatan gelagar kayu lantai kayu



    Bangunan pelengkap Jembatan
    Membuat jembatan tentu sebaiknya dilengkapi pelengkap jembatan, sehingga tidak sia-sia dalam arti mudah rusak oleh hal yang lain, seperti longsor dlll. 
    1. Sayap jembatan
    2. Krib
    3. Oprit

     ad.1.    Sayap jembatan
                  Berfungsi menahan longsor pada tebing sungai dan melindungi pangkal jembatan (abutment)
    ad. 2.    Krib
                  Berfungsi mengarahkan aliran air dan menahan emosi, dibuat dari bronjong, pasangan batu, pasangan batu kosong, atau pancang.
    ad.  3.    Oprit
    Jalan masuk menuju jembatan
    • Tanjakan pada oprit, maksimum 12 %
    • Jari-jari tikungan, minimum 10 m
    • Jarak pandang bebas, minimum 30 m
    • Tembok Penahan Tanah (TPT) harus ada sulingan air, tidak boleh lebih tinggi dari timbunan oprit.

    Tahapan Survei
    1. Informasi jembatan yang akan dibangun
    2. Peralatan
    3. Tenaga kerja
    4. Pemilihan lokasi jembatan
    5. Ukuran lebar jembatan
    6. Ukuran kedalaman sungai
    7. Ukuran tinggi Muka Air Normal (MAN)
    8. Ukuran tinggi Muka Air Banjir (MAB)
    9. Pemindahan tinggi ukur MAB, MAN dan dasar sungai pada titik ukur
    10. Penentuan letak kedalaman pondasi
    11. Survei harga bahan dan alatPemindahan tinggi ukur MAB, MAN dan dasar sungai pada titik ukur

    ad. 1. Informasi jembatan yang akan dibangun
    • Lebar dan kedalaman sungai, jenis tanah dasar, jenis lalu lintas yang akan dilayani
    • Material yang ada disekitar lokasi jembatan : batu, pasir, kayu dan tanah urug
    • Situasi dan kondisi sekitar calon jembatan, guna menentukan jumlah orang dan peralatan survei yang akan dipakai

    ad. 2. Peralatan
    Yang perlu dipersiapkan :
    • Meteran 5 m dan 50 m
    • Tali plastik, untuk membantu pengukuran
    • Patok, untuk menandai letak as jembatan
    • Cangkul untuk melihat kondisi tanah dasar
    • Kayu/bambu panjang > 5 m, untuk mengukur kedalamanan sungai
    • Pukul besi dan paku, untuk memberi tanda letak peil jembatan dan Muka Air Banjir (MAB)
    • Kompas, untuk mengukur sudut belok sungai dan trase jembatan beserta opritnya
    • Take of sheet dan alat tulis

    ad. 3. Tenaga kerja
    • Satu orang yang dapat berenang untuk mengukur kedalaman dan lebar sungai
    • Satu orang penggali tanah untuk calon pangkal jembatan guna memperkirakan daya dukung tanah dasar

    ad. 4. Pemilihan lokasi jembatan
    • Pada bentang terpendek, agar harga konstruksi menjadi murah
    • Pada bagian sungai yang lurus , agar tidak menggunakan krib dan sayap jembatan
    • Pangkal jembatan dipilih pada tanah keras, agar pondasi stabil dan tidak terlalu dalam
    • Pada tebing sungai yang tidak terlalu terjal, sehingga pangkal dan sayap jembatan tidak terlalu tinggi, lebih stabil terhadap gempa dan hantaman air banjir
    • Pada jalan yang sudah ada, agar tidak perlu memindah trase jalan dan membebaskan tanah baru


    ad. 5. Ukuran lebar jembatan
    Diukur dari lebar basah rata-rata sebagai bentang bersih jembatan, dengan menggunakan pita ukur atau tali.

    ade. 6. Ukuran kedalaman sungai
    Diukur dengan menggunakan batang kayu/bamboo dicolok dan tandai kedalaman dasar sungai pada peil ukur.

    ad. 7. Ukuran tinggi Muka Air Normal (MAN)
    Tinggi rata-rata air pada saat musim hujan.

    ad. 8. Ukuran tinggi Muka Air Banjir (MAB)
    Tinggi aliran air pada saat banjir.

    ad. 9. Pemindahan tinggi ukur MAB, MAN dan dasar sungai pada titik ukur

    ad. 10. Penentuan letak kedalaman pondasi
    • Dasar pondasi harus diletakkan pada tanah keras, sebagai pertimbangan satu orang hanya mampu menggali 0,5 m3 tanah keras/hari
    • Kedalaman pondasi minimal 1,5 m dibawah dasar sungai (kecuali pondasi jembatan gantung)
    • Dihitung ketinggian jarak dasar pondasi dengan paku sebagai titik ukur.

    ad. 11. Survei harga bahan dan alat

    Tahapan Desain
    1. Batasan pokok jembatan
    2. Prinsip pemilihan konstruksi jembatan
    3. Bangunan atas
    4. Bangunan bawah
    5. Pondasi jembatan
    6. Bangunan pelengkap

    ad. 1.    Batasan pokok jembatan
    a.    Tinggi Bebas
    Jarak minimal antara Muka Air Banjir dengan gelagar jembatan

    b.    Tinggi pilar dan pangkal jembatan
    Maksimal 7 m., jika lebih harus dikonsultasikan.
    c.    Bentang jembatan maksimum
    • Jembatan gantung untuk kendaraan roda dua, maksimum 60 m
    • Jembatan beton, maksimum 6 m
    • Jembatan gelagar besi lantai kayu, maks 16 m
    • Jembatan pelengkung, maksimum 12 m
    Diluar ketentuan diatas dikonsultasikan terlebih dahulu

    ad. 2.    Prinsip pemilihan konstruksi jembatan
    • Konstruksi murah
    • Mudah dilaksanakan dan dirawat oleh masyarakat
    • Banyak menyerap bahan dan tenaga lokal
    • Sesuai dengan kebutuhan bukan karena keinginan

    ad. 3.    Bangunan atas
    a.    Jembatan Kayu, lantai kayu minimal menggunakan kayu :
    • Mutu kayu A
    • Klas kuat II, klas awet II
    • Tegangan lentur ijin = 109 km/cm2

    b.    Sambungan pada gelagar jembatan atas dibuat berselang-seling agar kekuatan merata.

    ad. 4.    Bangunan bawah

    ad. 5.    Pondasi jembatan
    a.    Pondasi langsung
    Dibuat dari pasangan batu kali atau beton bertulang, cocok untuk tanah sedang
    b.    Pondasi tiang pancang sederhana
    Dibuat dari beton atau kayu, cocok untuk tanah lunak
    c.    Pondasi sumuran
    Cocok untuk tanah yang agak berpasir dan letak tanah kerasnya agak dalam.

    ad. 6.    Bangunan pelengkap

    Tahapan pelaksanaan
    1. Menentukan posisi  dan peil jembatan berdasarkan titik ukur hasil survei dengan cara pasang patok
    2. Penggalian tanah untuk pondasi jembatan hingga mencapai tanah keras dan minimal 1,5 m dibawah dasar sungai
    3. Pasang bouwplank untuk pangkal jembatan
    4. Pengerjaan pasangan pangkal jembatan (ada sulingan air) dan pekerjaan dihentikan jika sudah pada posisi diatas air
    5. Poin 2 sampai 4 dikerjakan juga untuk pekerjaan sayap jembatan dan pilar tengah
    6. Pengerjaan pangkal, sayap dan pilar tengah dikerjakan pada saat air sungai surut pada musim kering
    7. Melanjutkan pekerjaan yang telah berada diatas air
    8. Pasang angkur untuk plat beton tumpuan
    9. Pasang plat beton tumpuan
    10. Pasang rubber bearing atau plat timah hitam
    11. Pasang gelagar, tambatan angina dan lantai jembatan
    12. Pasang handrail dan buat oprit jembatan

    Pengawasan
    Yang perlu diawasi dalam pelaksanaan pekerjaan :
    1. Galian pondasi untuk mengetahui kedalaman peil yang diinginkan, sebelum pekerjaan pondasi, diperiksa Fasilitator.
    2. Ketinggian peil pangkal dan pilar jembatan, sebelum pemasangan balok tumpuan, diperiksa Fasilitator.
    3. Pemasangan besi tulangan, sebelum pengecoran beton, diperiksa Fasilitator.
    4. Pengecoran beton terutama pada perbandingan campuran dan kualitas air untuk campuran, diawasi dan diperiksa Fasilitator.
    5. Tenaga kerja yang digunakan adalah tenaga kerja dari desa itu sendiri kecuali tenaga ahli
    6. Tenaga kerja yang dipergunakan harus efektif, artinya biaya yang dikeluarkan harus sesuai dengan pekerjaan yang dihasilkan, jika terjadi penyimpangan harus segara dicari pemecahannya

    Pemeliharaan
    Yang harus dilakukan pada pemeliharaan konstruksi jembatan :
    1. Perbaikan pasangan yang rusak.
    2. Penggantian kayu yang lapuk.
    3. Pengecatan besi jembatan.

    9 komentar:

    1. bisa beri saya informasi tentang gelagar kayu itu apa?
      mulai dari ukuran, jenis kayu yang digunakan dan aplikasinya dalam bangunan rumah.

      terima kasih

      BalasHapus
    2. makasih ya mbak..
      lagi nyari tugas kuliah akhirnya nemu ini.. ^^
      lengkap banget..
      makasih... ^^

      BalasHapus
    3. mbak numpang nanya kira-kira penyebab keretakan antara abutmen dan sayap jembatan karena apa ya???trus cara penanggulangannya gimana???

      BalasHapus
    4. Tangkiu so much. nambah ilmu nih

      BalasHapus
    5. Suminashen.....
      Kami lagi bikin perencanaan buat membangun jembatan di Desa kami. bisakah saya minta perincian biayanya sebagai bahan acuan. kalau ada mohon kirimkan ke parawansa90@gmail.com

      Terima kasih sebelumnya.

      BalasHapus
    6. karena masyarakat tempat kerja saya ingin menganti jembatan kayu yang sudah lapuk dan merupakan akses tunggal memasuki desa tersebut, yang ingin saya tanyakan apakah perlu alat berat dalam membuat jembatan kayu bulat panjang 25 meter dan lebar 3 meter kedalaman sungai 3 meter

      terimakasih

      BalasHapus
    7. Mohon bantuannya,Mbak. Kira2, rincian anggaran untuk membangun sebuah jembatan itu berapa ya mbak. tolong kirim di email:jeffrin_tkj@yahoo.co.id

      BalasHapus
    8. Saya pelaku di PNPM-Mpd kalau bisa kami dapat diemail cara perhitungan jembatan sederhana ke fakhru_din69@yahoo.co.id

      BalasHapus
    9. saya mau bikin jembatan beton,dng bentang 8m,sy mau tanya,abotman jmbatanny d pisah atau d smbung dng balok betonny?

      BalasHapus

    Silahakan berikan komentar atau saran.
    No Spam !